HIDUP DALAM KEBENARAN TUHAN
Bacaan I: Kej. 9:8-17; Mzm. 25:1-10; I; Bacaan II: I Petr. 3:18-22Bacaan Injil: Mark. 1:9-15
1 Maret 2009
Oleh Pdt. SH. Sucahyo, S.Si
PEWARTAAN
BACAAN I
Dunia sesudah kejatuhan manusia (dalam dosa) merupakan dunia yang jahat (9:1-7). Kekerasan dan pertumpahan darah seolah-olah menjadi khas dan ciri dasarnya. Ciri ini sangat bertentangan dengan citra manusia sebagai gambar dan rupa Allah mewarnai kehidupan mereka. Tidak mengherankan jika Allah merasa menyesal telah menciptakan dunia ini, dan ingin menghancurkannya (Kej 6:6).
Namun satu hal istimewa terjadi. Terhadap dunia yang jahat itu Allah tidak menarik rahmatNya. Allah tetap mengikat janji dengan orang-orang yang dikasihiNya yakni orang-orang yang baik dimata Allah; orang-orang yang hidup di dalam kebenaran Tuhan. Janji itu menurunkan berkat bagi orang yang dipilih Allah. Janji Allah dengan demikian menjadi jaminan masa depan manusia, manusia boleh dan bisa berjuang dengan jaminan kasih karunia Allah yang mengagumkan.
BACAAN II
Penderitaan dan kesengsaraan tidak disisihkan dari kehidupan orang-orang beriman. Oleh karena itu perlu ditekankan bahwa dalam penderitaan dan kesengsaraan sekalipun, orang tidak boleh putus asa. Dalam situasi tersebut orang tidak perlu berhenti berbuat baik, dengan begitu orang tetap melaksanakan kehendak Allah. Bahkan Kristus yang menderitapun masih mau memberitakan firman dalam dunia maut.
Kuncinya; apapun kondisi kita, bahagia ataupun duka, senang apa sengsara harus tetap setia untuk hidup di dalam kebenaran Allah. Karena janjiNya kekal bagi kita.
BACAAN INJIL
Ada dua hal: pertama: Kisah Yesus dicobai (12-13), kedua: Pewartaan kabar gembira Kristus tentang Kerajaan Allah (14-15)
1. Pencobaan Yesus dipadang gurun ditampilkan sebagai awal perjuangan Yesus menanggapi panggilan dan perutusan Allah. Ia harus berjuang berhadapan dengan iblis yang menjadi penghambat terlaksananya kehendak Allah. Teladan yang diberikan Tuhan adalah bagaimanapun beratnya pencobaan itu, Tuhan tetap setia, tidak terhanyut oleh godaan iblis. Yesus hidup dalam kenaran Allah.
2. “Kerajaan Allah sudah datang” inilah proklamasi karya Yesus. Allah menjadi penguasa di dalam dunia ini segera ditunjukkan, hal itu terbukti dalam banyak peristiwa seperti pengusiran-pengusiran roh jahat, penyembuhan orang sakit, bahkan Yesus membangkitkan orang mati. Tanda bahwa kuasa Allah sudah datang. Tanda bahwa penyelamatan bagi manusia sudah dimulai. Tanda bahwa janji Allah menyelamatkan manusia sudah datang.
REFLEKSI
Dari jaman PL dalam cerita Nuh, hanya orang yang hidup taatlah yang terselamatkan. Dan keselamatan itu bersifat kekal, hingga akhirnya diwujudkan dalam karya Yesus Kristus di kayu Salib. Warta gembira bagi kita adalah bahwa janji Allah akan keselamatan diperuntukkan bagi kita.
Tanggapan atas warta gembira itu ialah bertobat. Bertobat yang dimaksudkan bukan hanya orang yang mengubah arah dan cara berpikir, melainkan terutama bila orang mengambil bagian dalam penyempurnaan hidup bersama Yesus Kristus. Itulah sebabnya tobat dikaitkan dengan iman. Iman berarti keterlibatan penuh pada Allah. Orang Kristen yang terlibat, berarti hidup di dalam kebenaran Allah.
Selamat terlibat.
